Home > Sebagai Au-Pair ke Jerman: Satu program andalan ke luar negeri

aupair-ke-jerman
©Guillaume de Germain / Unsplash

Sebagai Au-Pair ke Jerman: Satu program andalan ke luar negeri

Au-Pair adalah sebuah program belajar budaya asing dan pendekatan kemampuan bahasa secara intensif dimana seseorang di-“host” sebuah keluarga asuh.

Mengenal sedikit: Apa itu Au-Pair?

Datang sebagai orang asing, menjadi bagian dalam sebuah keluarga asuh, menjalani kegiatan sehari-hari di luar negeri dengan bahasa dan budaya yang jelas berbeda dari apa yang kamu lakukan sebelumnya adalah gambaran dari kegiatan seorang „Au-Pair“. Au-Pair adalah sebuah program belajar budaya asing dan pendekatan kemampuan bahasa secara intensif dimana seseorang di-“host” sebuah keluarga asuh (Bhs. Jerman: Host-Familie) dalam kurun waktu tertentu, menjadi kakak asuh dari anak keluarga asuh yang bersangkutan serta mendapatkan tanggung jawab atas pekerjaan rumah tangga ringan.

Sebelum memutuskan menjadi seorang Au-Pair

Mencari keluarga asuh yang cocok di hati adalah proses utama yang harus kalian lalui sebelum memutuskan untuk meninggalkan tanah air. Karena untuk menjadi seorang Au-Pair sebenarnya tidak ada patokan khusus. Ada beberapa Agensi khusus penyalur Au-Pair di tanah air. Namun kebanyakan mendaftarkan dirinya sendiri pada situs online, yang salah satunya adalah aupairworld.com. Syarat untuk menjadi seorang Au-Pair beragam ditiap negara tujuan. Di Jerman, rentang usia untuk menjadi seorang Au-Pair adalah 18-27 tahun.

Sertifikat Bahasa Jerman

Akan lebih baik kalau kamu sudah mengantongi sertifikat bahasa jerman (Bhs. Jerman: Deutsch Zertifikat) minimum level bahasa A1. Pembelajaran di tingkat A1 adalah pembelajaran dasar berbahasa jerman, bagaimana bertegur sapa, mengenal banyak kosakata, kalimat tanya, memperkenalkan diri, dll. Kalau kamu sudah belajar bahasa jerman lebih dari tingkat A1? Lebih baik lagi! Kemampuan berbahasamu akan sangat terasah setibanya kamu di Jerman. Jangan malu untuk terus bercakap dalam bahasa jerman walau kemampuanmu belum baik. Dari situlah semua akan terasah.

Keluarga Asuh

Selain kemampuan berbahasa, kesiapan diri juga harus diperhatikan. Keluarga asuh biasanya akan menampung kita minimal 6 bulan sampai dengan 1 tahun. Dalam rentang waktu Au-Pair kita juga mendapatkan hari libur nasional kita sebagai Au-Pair. Total hari libur dalam 1 tahun adalah 24 hari (dihitung sebagai hari kerja; kurang lebih 5 minggu).

Jam Kerja

Untuk jam kerja Au-Pair sendiri dalam 1 minggu adalah 30 jam, yang bisa dibagi menjadi 5 hari kerja (6jam/hari) atau 6 hari kerja (5 jam/hari). Mengenai hal tersebut kalian harus pandai mendiskusikannya dengan keluarga asuh. Menjadi pribadi yang fleksibel akan membuat jam kerja tersebut terasa seperti beraktivitas normal lho. Jadi, jadikan tanggung jawab sebagai rutinitas harianmu.

Kegiatan “wajib” seorang Au-Pair adalah mengikuti kursus bahasa Jerman. Di sini, ada banyak macam tempat kursus bahasa, dan salah satu tempat andalan para Au-Pair untuk les adalah Volkshochschule kota tempat tinggal kamu. Di sana kamu akan bertemu banyak teman dari berbagai negara dan jika beruntung, teman satu negara 😀  Sebagai Au-Pair kita mendapatkan uang saku bulanan kisaran 260 Euro/ bulan. Besarnya gajipun sebenarnya tergantung dari keluarga asuh kalian. Selain itu kita juga mendapatkan asuransi yang semuanya harus diurus oleh calon keluarga kalian sebelum kalian tiba di Jerman. Untuk hal lain berkaitan dengan transportasi selama tinggal sebagai Au-Pair, lalu biaya les dan tiket pesawat, sebaiknya kalian diskusikan dengan matang bersama keluarga asuh kalian sebelum kalian DEAL untuk menjadi Au-Pair mereka.

Syarat diperlu dari keluarga asuh

Nikmati proses pencarian keluarga asuh yang sesuai jika kalian sudah memenuhi kriteria sebagai Au-Pair di Jerman. Siapkan waktu jauh-jauh hari dan pastikan kelengkapan dokumen (Kontrak Au-Pair Vertrag/Antrag), letter of insurance, certificate of German language etc.) kamu sebelum membuat Janji pengajuan Visa. Dan hopala, kamu siap berangkat untuk berpetualang ke Eropa.

Menjadi Au-Pair dan berpetualang ke Eropa

Setelah proses panjang yang kalian temui, kini saatnya menjalani kehidupan di Jerman. Rutinitas sebagai Au-Pair yang beragam, mengunjungi tempat-tempat terkenal di Jerman saat liburan, belajar bahasa di tempat kursus dan bertemu banyak teman baru, adalah bagian cerita kamu sebagai Au-Pair. Bulan-bulan awal akan menjadi masa yang tidak mudah namun tak perlu khawatir, kamu tidak menjadi salah satu yang mengalami culture-shock itu! Mengatasinya, kamu harus lebih membuka diri dan jangan takut bergaul!

Perbedaan bahasa dan budaya bukanlah satu hal mutlak yang menjadikanmu patah arang. Kan tujuan kamu belajar untuk bisa berbahasa jerman lebih baik  Perbedaan adalah satu hal yang bisa diubah, untuk menjadi sama atau untuk saling melengkapi! Menjadi bagian dalam sebuah keluarga baru itu menarik! Kadang kamu dipaksa untuk menjadi “seperti mereka” karena adik-adik asuhmu akan menjadikanmu figur panutan selain orang tua mereka. Jadilah sosok yang disiplin, bertanggung jawab, serta penyayang. Di waktu luangmu, sempatkanlah bermain. Susun rencana liburan kamu baik-baik. Di hari libur besar seperti paskah, ataupun natal-tahun baru, menghabiskan waktu bersama keluarga asuh juga bisa menjadi pilihan liburan kalian. Dari situ kalian akan mengenal tradisi orang jerman merayakan hari besar agamanya. Pun kalau kamu ingin berlibur, kamu juga akan menemukan banyak hal seperti Weihnachtsmarkt saat natal tiba, ataupun kegiatan lain yang beragam ditiap hari besar di Jerman.

3 Bulan sebelum masa Au-Pair selesai

Tiga bulan sebelum masa Au-Pair kalian selesai, ada baiknya jikalau kalian sudah menentukan mau apa selanjutnya. Ada beberapa pilihan yang bisa kamu pertimbangkan. Salah satunya FSJ (Freiwilligendienst Soziales Jahr). Apa itu FSJ dan pembahasan lain lebih lanjut tentang FSJ akan kita sambung di artikel selanjutnya (Bagian II).

Jadi, sudah mantab ingin menjadi Au-Pair? Pastikan dengan tepat negara mana yang ingin kamu tuju, apa saja syarat menjadi Au-Pair di sana? Dann…Viel spaß! Einen herzlichen Gruß aus Stuttgart!

Sumber Informasi: Aupairworld.com

©Shantika Dwi Yuningtyas / waytooindo

Tentang Penulis: Hai, aku Shantika Dwi Yuningtyas, akrab disapa Iyas atau Shantika. Masa SMA ku habiskan di SMA N 2 Yogyakarta, kemudian aku melanjutkan studi di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta jurusan Kebidanan. Setelah lulus sekolah bidan pada September 2014, spontan aku memutuskan berangkat ke Jerman sebagai Au-Pair. Sekarang aku melanjutkan petualanganku di Jerman sebagai FSJ-lerin di Olgahospital (Klinikum Stuttgart) Station MB52/ Frauenklinik.

 


Kalau kamu suka dengan artikel ini dan kamu ingin lebih tahu tentang Jerman ikuti juga waytooindo di Facebook dan Instagram.

2 comments

  1. Rinny Tauho says:

    Hai Shantika ? Aku mau nanya soal FSJ nih. Boleh gak aku mnta contoh Bewerbungnya Shantika? Soalnya aku juga mau FSJ. Aku ingin di bagian Krankenpflegerin. ? Danke schön.

    • Shantika says:

      Salam..
      mohon maaf sekali karna sudah lama tidak cek web.. apakah kamu masih memerlukan bantuan untuk Bewerbungnya? Tks.

Schreibe einen Kommentar

Deine E-Mail-Adresse wird nicht veröffentlicht. Erforderliche Felder sind mit * markiert.